Cara Mematikan Windows Defender

3 min read

Cara Mematikan Windows Defender

Windows Defender adalah sebuah software antivirus bawaan yang dikembangkan oleh Microsoft dan berfungsi untuk melindungi sistem operasi dari bahaya pengintai. Apabila Anda adalah salah satu orang yang masih suka menginstall aplikasi bajakan, maka Anda pasti tidak jauh dari beragam pencarian mengenai cara mematikan Windows Defender.

Umumnya, Windows Defender akan mengeliminasi aplikasi bajakan tersebut karena isinya cenderung berbahaya, asing, dan memiliki risiko terjangkit virus. Windows Defender berupaya untuk mencegah pengoperasian aplikasi tersebut pada laptop atau komputer Anda.

Cara Mematikan Windows Defender

Untuk mengantisipasi terjadinya pembatalan download dan install aplikasi bajakan oleh Windows Defender, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mematikan software antivirus ini. Cara menonaktifkan Windows Defender paling awal berdasarkan seri Windows yang terdapat pada perangkat laptop atau PC Anda.

1. Berdasarkan Seri Windows

Meskipun Windows XP dan Vista termasuk dalam produk Microsoft yang sudah discontinued, beberapa orang masih memanfaatkan seri ini untuk melangsungkan pekerjaan pada perangkat yang lebih lama.

Windows Vista

  1. Tekan tombol Windows dan pilih All programs.
  2. Buka Windows Defender kemudian klik Tools dan pilih Options.
  3. Hilangkan tanda centang pada kotak dengan tulisan Use Windows Defender di bawah Administrator Options.
  4. Simpan dengan klik Save.

Windows XP

  1. Pada System Tray Taskbar, carilah ikon Windows Defender.
  2. Anda juga dapat membukanya melalui C: \Program Files\Windows Defender.
  3. Klik Tools pada menu dan pilih Options.
  4. Terapkan opsi Administrator dan hilangkan checklist pada Use this Program. Untuk melanjutkan, klik OK.

Windows 7

Pada Windows 7, komponen Windows Defender masih bernama Microsoft Security Essentials, yang bekerja untuk memberikan perlindungan dari bermacam-macam malware pada perangkat.

  1. Klik menu Start atau logo Windows pada bagian pojok bawah kemudian ketik Windows Defender dan tekan Enter. Anda akan masuk ke aplikasi Windows Defender.
  2. Pilih menu Tools pada halaman utama yang muncul di layar.
  3. Klik Options sehingga muncul tampilan dialog box berikutnya.
  4. Pilih Administrator pada menu di sebelah kiri.
  5. Hilangkan centang atau checklist pada kotak dengan tulisan Use this Program.
  6. Pilih Yes ketika muncul pertanyaan konfirmasi.
  7. Windows Defender sudah non aktif. Anda bisa mendownload dan menginstall aplikasi bajakan dengan tenang tanpa adanya larangan dari sistem.

Pastikan kembali apabila software tersebut sudah mati dengan membuka Task Manager dan memilih tab services. Apabila non aktif, Anda akan menemukan tulisan WinDefend yang berstatus stopped.

Windows 8

Sementara

  1. Ketik Windows Defender pada pencarian untuk masuk ke interface aplikasi.
  2. Pilih Settings dan masuk menu Administrator.
  3. Hilangkan checklist di sebelah tulisan Turn On Windows Defender.
  4. Simpan perubahan dengan mengklik Save Changes.

Permanen

  1. Tekan Winkey + R untuk membuka tampilan RUN pada desktop.
  2. Ketik services.msc pada jendela RUN kemudian tekan Enter.
  3. Masuk ke Windows Defender Service.
  4. Pada bagian Start up type klik Disable kemudian konfirmasi dengan OK.

Windows 10

Sementara

  1. Setelah membuka aplikasi Windows Defender, masuk ke menu Virus and Threat Protection.
  2. Klik Virus and Threat Protection Setting.
  3. Cari pilihan Real Time Protection dan matikan fungsi tersebut dengan menggeser toggle menuju posisi Off.
  4. Untuk mengembalikan ke posisi semula, Anda bisa memastikan toggle dalam posisi On.

Permanen

  1. Tekan tombol Windows pada keyboard atau desktop.
  2. Ketik Edit Group Policy dan tekan Enter.
  3. Buka menu Administrative Templates dan Windows Component dengan klik tanda panah kecil di sebelah kiri.
  4. Cari dan masuk ke menu Windows Defender.
  5. Kemudian Anda cari kembali folder dengan tulisan Turn Off Windows Defender dan klik dua kali.
  6. Muncul dialog pilihan, klik Enabled dan konfirmasi OK.

2. Registry Editor

Registry Editor adalah sebuah aplikasi yang menyimpan dan menampung informasi internal serta beragam sistem operasi Windows, seperti hardware, database, software yang diinstal, dan lain-lain. Anda harus berhati-hati ketika mematikan Windows Defender menggunakan aplikasi ini karena berpeluang menimbulkan masalah pada sistem operasi.

  • Tekan Winkey + R supaya dialog RUN terbuka kemudian ketik Regedit dan tekan Enter.
  • Buka urutan file folder berikut:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows Defender

  1. Klik kanan pada Windows Defender tersebut, pilih New, dan DWORD (32-bit) VALUE.
  2. Muncul sebuah file baru, yaitu New Value #1 kemudian klik kanan dan rename dengan DisableAntiSpyware.
  3. Klik dua kali DisablesAntiSpyware untuk mengganti value data dari 0 menjadi 1. Klik OK.
  4. Tutup Registry karena Windows Defender sudah non aktif dan bersifat permanen.
  5. Jangan lupa untuk melakukan restart pada perangkat laptop atau komputer yang digunakan.

3. PowerShell

PowerShell, sebuah command line bersifat interaktif dan open source milik Microsoft yang bekerja dalam bahasa pemrograman scripting berorientasi objek. Command line ini akan memudahkan pengguna dalam melakukan otomatisasi dan manajemen operasi sistem Windows serta Windows Server.

Untuk mematikan Windows Defender, Anda akan memakai fitur Real Time Monitoring yang dibawahi oleh persetujuan administrator.

  1. Buka aplikasi PowerShell melalui kotak pencarian Windows.
  2. Klik kanan Windows PowerShell dan pilih Run as Administrator.
  3. Masukkan command di bawah ini kemudian tekan Enter

Set-MpPreference –DisableRealtimeMonitoring $true

  • Perintah tersebut akan mematikan Windows Defender dalam waktu yang singkat.

Cek kembali Windows Defender melalui Real Time Monitoring, apabila sudah berhasil mati, aplikasi yang awalnya masuk dalam kategori ancaman mampu digunakan secara normal.

4. Group Policy Editor

Apabila Anda membutuhkan cara yang lebih cepat, gunakan Group Policy Editor dibandingkan Registry atau Command Prompt. Berikut adalah dua bagian pada Group Policy Editor.

  1. Computer Configuration pada Registry Editor, yaitu HKEY_LOCAL_MACHINE
  2. User Configuration, yaitu HKEY_CURRENT_USER untuk user yang hanya melakukan konfigurasi saja pada pengaturannya.

Cara ini hanya dapat diaplikasikan untuk pengguna Windows 10 Home ke atas yang memiliki fitur Group Policy Editor. Dengan Group Policy Editor, setiap laptop atau komputer dapat dibatasi fiturnya sesuai keinginan pengguna.

  1. Buka menu RUN dengan menekan WinKey + R.
  2. Setelah itu, ketik gpedit.msc dan tekan Enter.
  3. Apabila sudah muncul tampilan Local Group Policy Editor, klik Computer Configuration.
  4. Lanjutkan dengan Administrative Templates, lalu Windows Components, dan akhirnya Windows Defender Antivirus.
  5. Scroll atau geser sampai ke bawah dan klik Turn Off Windows Defender.
  6. Muncul kotak dialog dan klik centang pada Enable di bagia pojok kiri atas. Klik Apply dan lanjutkan dengan OK.
  7. Windows Defender sudah non aktif. Anda bisa menutup menu Group Policy Editor.

5. Command Prompt atau CMD

Merupakan salah satu cara yang bisa diterapkan secara permanen maupun sementara. Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

Sementara

  1. Klik menu Start pada perangkat kemudian ketik cmd atau command prompt dan tekan Enter untuk membukanya.
  2. Klik kanan dan pilih Run as administrator.
  3. Ketik sc stop WinDefend untuk menonaktifkan Windows Defender kemudian tekan Enter.

Permanen

  • Ikuti langkah pertama dan kedua pada cara mematikan Windows Defender dengan CMD secara sementara.
  • Ketik perintah berikut:

sc config WinDefend start= disabled

sc stop WinDefend

  • Tekan Enter sebagai bentuk konfirmasi Windows Defender sudah mati secara permanen.

Penggunaan beragam cara mematikan Windows Defender dapat Anda aplikasikan apabila memang sangat membutuhkan aplikasi bajakan untuk kepentingan pekerjaan dan lain-lain. Windows Defender merupakan lini pertama dalam menghadapi spyware yang akan berisiko merusak perangkat. Anda disarankan untuk rajin mengaktifkannya kembali supaya perangkat tetap terlindung secara maksimal.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *